Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Rauf Dewang : Pemimpin Jangan Bertangan Besi, Save Tenaga Upah Jasa Luwu Timur

668
×

Rauf Dewang : Pemimpin Jangan Bertangan Besi, Save Tenaga Upah Jasa Luwu Timur

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Puluhan tenaga upah jasa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur terpaksa harus kehilangan tempat mencari sesuap nasi.

Puluhan tenaga upah jasa itu terdiri dari, 21 petugas Damkar, 7 orang Satpol PP dan 5 orang tenaga kebersihan serta beberapa tenaga upah jasa yang tersebar di OPD lainnya.

Sampai saat ini belum diketahui penyebab pemecatan tersebut. Apakah ini ada kaitannya dengan Pilkada?.

Pemerhati tenaga upah jasa Lutim, Abd Rauf Dewang mengatakan, hidup sejatinya memang penuh dengan pilihan, dan dalam memilih juga bukan hal yang mudah. Ada saja permasalahan hidup yang harus dihadapi, terlepas berat atau tidak setiap orang pasti pernah merasakannya, Rabu (07/04/2021).

“Apalagi jika terkait persoalan pilihan dalam politik praktis, semuanya punya hak dalam memilih, dan siapapun yang nantinya terpilih seharusnya mampu merangkul seluruh masyarakat pemilih baik yang memilihnya maupun yang menjatuhkan pilihan pada kandidat lain,” sambungnya lagi.

Pasca Pilkada kata Rauf, yang terpilih tidak lantas memperlihatkan arogansi layaknya seorang diktator bertangan besi dengan dalih “konsekuensi politik” sehingga ke tenaga upah jasa yang katanya berbeda politik pada Pilkada Lutim lalu menjadi korban pemberhentian dari upah jasa padahal ada yang sudah mengabdi mulai sejak 2014 lalu.

Sebagai masukan bagi pemerintahan yang terpilih seharusnya “konsekuensi politik” tidak berdampak pada level upah jasa atau masyarakat kecil, cukup bagi para eselon atau yang punya kepentingan lebih besar akibat dampak dari resiko dalam pilihan berpolitik ini, ujarnya.

“Saya pribadi setuju jika konsekwensi politik itu ada, tetapi tidak lantas hal itu justru terkesan menimbulkan sikap kepemimpinan yang arogan dan seolah sewenang-wenang,” tandas Rauf yang juga pengurus serikat pekerja dan buruh Luwu Timur.

Lanjut Rauf, secara pribadi menyesalkan sikap dan keputusan oleh pembuat kebijakan yang telah melakukan pemberhentian terhadap puluhan tenaga upah jasa.

“Hidup ini bagai roda, kadang kita diatas, semua terasa mudah, kadang kita dibawah, semua terasa sulit, dipergilirkan, satu sama lain sungguh akan dipergilirkan,” ucapnya.

Berbahagialah orang-orang yang mampu menjaga dirinya dari perbuatan tersebut, dan sungguh lebih berbahagia lagi orang-orang yang pernah disakiti, direndahkan, tapi tetap memilih untuk membalas orang yang menyakitinya dengan penuh kebaikan. Save tenaga upah jasah.

Hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan resmi dari pihak terkait dengan persoalan tersebut.

Liputan: Amk | Editor: Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *