Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Input Sulteng

Satu Warga Morowali Utara Ditangkap Densus 88, Begini Sosoknya

1391
×

Satu Warga Morowali Utara Ditangkap Densus 88, Begini Sosoknya

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

INPUTRAKYAT_MORUT,–Warga Desa Malino Jaya, Kecamatan Soyo Jaya, Kabupaten Morowali Utara, Sulteng, dihebohkan atas penangkapan salah satu warga di Desa itu.

Warga yang ditangkap inisial IA alias AJ. Ia ditangkap oleh Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, Jumat (27/10/2023), kemarin, lantaran diduga terlibat jaringan teroris.

Example 300x600

Kepala Desa Malino Jaya, Pathur Rahman pun membenarkan atas penangkapan yang melibatkan salah satu warganya.

“Iye, kejadian penangkapan itu kemarin, dan yang bersangkutan (IA) merupakan warga Dusun 1, RT 2, Desa Malino Jaya,” ungkapnya, Sabtu (28/10/2023).

Menurutnya, IA telah berpenduduk di Desa Malino Jaya kurang lebih 10 tahun dan memiliki satu istri dan dikaruniai 5 orang anak kalau tidak salah.

“Saya jarang ketemu dengan IA karena setiap hari dia pergi ke kebunnya, nanti saya ketemu dia kalau di Masjid saat malam hari atau saya lihat dia disaat ia off kerja,” ujarnya.

Terkait sosok IA sendiri, Pathur menilai biasa-biasa saja, dan biasa berinteraksi dengan warga disini, dan kalau ada acara di warga kadang turut membantu.

“Kalau hari keagamaan seperti Idul Adha dan Idul Fitri kemarin, saya melihat berbaur dengan warga bahkan ikut pula membagikan daging kurban,” terangnya.

Bahkan, saya tidak melihat dia melakukan hal-hal yang mencurigakan baik secara keagamaan atau kegiatan ditengah masyarakat.

“Saya hanya melihat orangnya seperti biasa saja dan kadang bergaul dengan warga disini,” jelas Pathur.

Ia menceritakan, IA ini bukan kelahiran disini, dia datang berpenduduk di Desa Malino Jaya sekitar 10 tahun yang lalu, saat itu dia datang bersama istri dan anaknya, kalau nda salah istrinya orang Lombok.

“Setelah perpenduduk disini, kesehariannya hanya berkebun untuk menghidupi lima anak-anaknya yang masih kecil-kecil,” ujarnya lagi.

Saat penangkapan kemarin lanjutnya, kata Sekdes saya yang ikut menyaksikan dipenangkapan itu, melihat kalau senjata itu sudah berdebuh, dan kemungkinan senjata itu sudah lama tidak digunakan.

Pasca penangkapan tersebut tambahnya, kami selaku pemerintah desa dan masyarakat disini, tentu saya kasihan terhadap anak-anaknya yang masih kecil, makanya kita berikan sedikit bantuan sebagai bentuk empati.

Informasi yang dihimpun, saat penangkapan, Densus 88 pun menyita 1 pucuk senpi AK 47 dan magazine berisi 10 butir amunisi kaliber 7,2 milimeter beserta tas sejata berwarna loreng.

Kemudian, ikut disita pula 1 buah botol warna merah berisikan 72 butir amunisi AK 47 kaliber 7,2 milimeter dan 2 buah handphone.

Liputan: Amk | Editor: Redaksi.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *