INPUTRAKYAT_JAKARTA,– Pengamat Politik Rocky Gerung mengomentari sikap Presiden Joko Widodo yang menunda pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) yang akan mengecewakan Partai PDI-Perjuangan. Minggu (21/6/2020)
Hal itu disampaikan Rocky Gerung dalam video podcast di channel Youtube Rocky Gerung Official, Sabtu, (20/6) kemarin. Menurutnya, Jokowi selaku pemimpin koalisi dirasa tidak mampu mempertahankan RUU HIP yang sejak awal diperjuangkan PDIP.
“PDIP jangan bilang PKS buang badan, Presiden Jokowi buang badan kan. Presiden Jokowi yang akhirnya ambil kesimpulan supaya oke kirim surat supaya dibatalkan,” tutur Rocky Gerung.
Menurutnya, pembatalan pembahasan RUU HIP menguntungkan Presiden Jokowi lantaran dibackup oleh para purnawirawan dan MUI. Meski demikian, hal ini dianggap akan menimbulkan kecemburuan dari PDIP.
“Artinya kecemburuan PDIP akan meningkat. Jokowi sebagai seorang player tentu akan lihat kalau PDIP memburuk dia tidak akan tolong, karena dia ingin cari penyelamat baru,” katanya.
“Jokowi tidak mungkin die hard membela PDIP yang dia tahu jadi publik enemy. Sebagai seorang oportunis dalam politik kan, presiden sebagai aktor politik akan berfikir begitu. Itu artinya komposisi dalam pendukung akan berubah,” tambahnya.
Rocky mengatakan, Jokowi dirasa akan mendapat tekanan dari PDIP dan selanjutnya menimbulkan riak dalam kabinet. Dia menyebut kalau PDIP jika konsisten harusnya sudah memberikan sinyal teguran kepada presiden.
“Saya bisa simpulkan PDIP pasti kecewa kepada PKS dan lebih kecewa lagi kepada Jokowi. Itu kekecewaan yang menggembirakan sebetulnya,” pungkasnya.
Sebelumnya, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Aria Bima mengeluhkan adanya partai yang seolah lepas tangan terkait RUU HIP.














