Example 728x250
Example 728x250
Input Parlemen

UAS Puji Program Pejuang Subuh Luwu Timur, DPRD Sebut Jadi Pengakuan atas Pembinaan Karakter

22
×

UAS Puji Program Pejuang Subuh Luwu Timur, DPRD Sebut Jadi Pengakuan atas Pembinaan Karakter

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM, — Pujian yang disampaikan Ustaz Abdul Somad (UAS) terhadap Program Pejuang Subuh di Luwu Timur mendapat tanggapan positif dari DPRD Luwu Timur. Legislator menilai apresiasi tersebut menjadi pengakuan atas upaya pemerintah daerah membangun karakter masyarakat melalui pendekatan keagamaan.

Dalam Tabligh Akbar di Lapangan Pendidikan, Jalan Soekarno Hatta, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Ahad, 26 Juli 2026, UAS menyinggung Program Pejuang Subuh yang diinisiasi Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam. Dai nasional itu bahkan mendorong kepala daerah lain untuk mengembangkan program serupa di wilayah masing-masing.

Anggota DPRD Luwu Timur, Firman Udding, mengatakan apresiasi dari UAS menunjukkan bahwa program tersebut mendapat perhatian dari tokoh nasional. Menurut dia, Program Pejuang Subuh tidak hanya berorientasi pada kegiatan ibadah, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat pembinaan karakter generasi muda.

“Apresiasi dari Ustaz Abdul Somad menunjukkan bahwa program yang membangun karakter masyarakat mendapat perhatian dan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain,” kata Firman.

Ia menjelaskan, Program Pejuang Subuh mengajak anak-anak melaksanakan salat subuh berjamaah di masjid dengan pendampingan orang tua. Pola itu, menurut Firman, diharapkan memperkuat peran keluarga sekaligus meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pembinaan akhlak.

Firman menilai sinergi antara keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat menjadi salah satu tujuan yang ingin dibangun melalui program tersebut.

Ia berharap Program Pejuang Subuh dapat terus berjalan secara berkelanjutan sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.

“Pembinaan karakter generasi muda merupakan investasi jangka panjang. Program ini diharapkan terus berkembang dengan melibatkan keluarga dan masjid sebagai pusat pembinaan,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *