Usai Pansus LKPJ, Komisi I DPRD Lutim Bakal Hearing OPD Soal Nasib Upah Jasa

  • Whatsapp

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Komisi I DPRD Kabupaten Luwu Timur tetap akan fokus menghearing seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Lutim.

“Hearing ini akan digelar setelah Pansus LKPJ, karena saat ini kami tengah fokus di agenda tersebut mengingat waktunya sangat singkat,” ungkap anggota Komisi I DPRD, I Made Sariana, Jumat (16/04/2021).

Menurutnya, masa Pansus LKPJ ini hanya tersisa dua Minggu saja. Olehnya itu, hal ini dulu yang kami fokuskan. Nah’ kalau agenda Pansus sudah selesai barulah kita gelar RDP bersama OPD.

“Saya dan ibu ketua Komisi I DPRD tergabung dalam Pansus LKPJ. Biar kami selesaikan dulu agenda ini. Terkat nasib upah jasa tetap kami akan perjuangkan,” tutupnya.

Diberitakan sebelumya, nasib tenaga upah jasa Pemkab Lutim masih diujung tanduk. Mirisnya lagi, tercatat puluhan orang sudah diberhentikan dari tempat kerja.

Antara lain, 21 orang petugas Damkar, 7 orang Satpol PP, 1 orang dari BKPSDM dan 5 orang tenaga kebersihan DLH.

Selain itu, beberapa pula tenaga upah jasa dari OPD lainnya yang sampai saat ini masih digoyang isu pemberhentian.

Sementara BKPSDM telah mengeluarkan aturan bahwasanya surat kontrak kerja tenaga upah jasa hanya berlaku 3 bulan dengan dalih evaluasi.

Faktanya, belum ada hasil evaluasi sudah puluhan tenaga upah jasa diberhentikan alias dipecat.

Setelah evaluasi triwulan pertama maka dilanjutkan triwulan kedua, namun hal itu tidak ada jaminan apakah diberikan ke orang yang sama ataukah diberikan ke orang baru.

Demikian diungkapkan salah seorang upah jasa yang enggan ditulis namanya.

“Kami nda tau pak seperti apa nasib kami kedepan, karena hingga saat ini kami sudah diintruksikan dari kepala OPD untuk tidak masuk kerja dulu sampai surat kontrak kerja triwulan kedua keluar,” ucapnya.

Bahkan kata dia, kalau kami tetap masuk kerja lalu nama kami tidak keluar, dia tidak bisa mempertanggungjawabkan bagaimana upah kami.

“Makanya sampai saat ini kami masih bingung bagaimana kelanjutan nasib kami, dan bahkan ada pula isu yang berhembus kalau sudah banyak orang yang siap-siap untuk menggantikan,” bebernya lagi.

Terkait evaluasi kerja, ya silahkan, setahu saya secara pribadi sampai saat ini saya belum pernah berbuat kesalahan dan masih tetap loyal terhadap pimpinan, toh kalau ada penilaian lain ya’ saya nda tau, pungkasnya.

“Tetapi lagi-lagi kami berharap agar pengambil kebijakan untuk mempertimbangkan nasib kami. Kami ini tidak mengejar kaya, tapi hanya untuk mencari sesuap nasib saja,” kuncinya.

Liputan: Amk | Editor: Redaksi.

Anugrah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *