INPUTRAKYAT_LUTIM,–Puluhan warga dari lima Desa di wilayah Mahalona Raya, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, menggelar pertemuan di Kantor Desa Libukang Mandiri, Jumat (12/06/2020).
Kepada media ini, Normansyah warga Desa Libukang Mandiri mengatakan, kalau pertemuan tersebut dalam rangka membahas kondisi jalan poros Pekaloa-Mahaloha.
Dimana kata dia, kondisi jalan poros ini kian hari makin memperihatinkan, belum lagi hampir setiap hari wilayah Mahalona diguyur hujan deras, sehingga jalur tersebut licin dan berlumpur bahkan berkubang.
Akibatnya, mobil maupun motor yang hendak melintas di jalur ini merasa kesulitan, demikian halnya para petani yang membawa keluar hasil panennya terpaksa harus mengurungkan niat.
Menurut Normansyah, bahwa jarak akses dari jembatan Mahalona hingga ujung jalan beton yang sampai saat ini belum dibenahi pemerintah daerah sepanjang 6 kilo meter.
Sehingga dalam waktu dekat masyarakat berencana akan membenahi akses tersebut secara gotong royong, sebagaimana hasil keputusan rapat tadi, jelasnya.
“Tindakan ini dilakukan lantaran masyarakat kecewa terhadap pemerintah daerah kabupaten Lutim yang selalu berdalih akan dibenahi, tetapi nyatanya kami hanya di PHP (Pemberian Harapan Palsu),” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan pemerintah daerah terkait persoalan tersebut.
Liputan: Amk | Editor: Redaksi.















