Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Waspada Penipuan!!! Diimingi Kerja di PT. PUL, Puluhan Warga Kecamatan Malili Nyetor Rp. 250 Ribu Perorang

423
×

Waspada Penipuan!!! Diimingi Kerja di PT. PUL, Puluhan Warga Kecamatan Malili Nyetor Rp. 250 Ribu Perorang

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Banyak hal untuk menghalalkan segala cara untuk meraib sejumlah uang, salah satunya melakukan aksi penipuan.

Demikian halnya diduga dilakukan berinisial AM alias AC warga Desa Ussu, Kecamatan Malili.

Akibat ulahnya, sekitar 30 orang warga Desa Lakawali dan Lakawali Pantai menjadi korban penipuan dengan diiming-imingi bekerja di tambang Nikel PT. PUL.

Salah satu korban, Fadly warga Desa Lakawali Pantai mengaku kalau dirinya juga korban penipuan.

Dimana Ia ditawari bekerja di PT. PUL dengan syarat menyetor uang administrasi sebesar Rp. 250 ribu.

“Saya didatangi oleh AM untuk menawarkan bekerja di PT. PUL dan dimintai uang sebesar Rp. 250 ribu,” ungkapnya kepada wartawan, Kamis (07/11/18).

AM ini merupakan warga Desa Ussu yang juga wilayah lokasi tambang perusahaan tersebut, kata Fadly.

Karena saya diimingi bekerja di perusahaan itu, maka saya beri uang sesuai permintaannya.

Setelah saya telusuri kata Fadly, ternyata bukan hanya saya yang menjadi korban, ada sekitar 30 orang tersebar di Desa Lakawali dan Lakawali Pantai menjadi korban.

Berdasarkan info, saat ini AM meluncurkan aksinya di wilayah Ujung Baru, katanya.

Hal senada juga dikatakan Kades Manurung, Irwan Jafar, bahwa hal serupa juga dialami warga saya serta sebagian warga Desa Atue.

Dari data yang saya himpun kata Irwan, sekitar 20 orang menjadi korban penipuan, dimana mereka ditawari bekerja di PT. PUL dengan syarat membayar uang administrasi sebesar Rp. 250 ribu perorang.

Setelah saya telusuri, ternyata yang melancarkan aksi itu adalah beinisial ZN warga Desa Manurung yang merupakan suruhan sekaligus kerabat AM alias AC yang juga salah satu karyawan PT. PUL.

Menyikapi hal itu, saya sudah panggil ZN menghadap ke Kantor Desa Manurung, dan meminta agar ZN menghentikan aktivitas itu serta mengembalikan dana tersebut ke masing-masing korban.

“Ini sudah penipuan, karena pada saat saya kontak ke pihak PT. PUL terkait penerimaan kerja, mereka menjawab kalau saat ini belum membuka penerimaan tenaga kerja,” ucapnya.

Jadi, saya menghimbau ke masyarakat untuk tidak percaya adanya iming-imingan bekerja di PT. PUL, telusuri dulu, imbuh Irwan.

Liputan: Arif | Editor: Amk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *