Example 728x250
Example 728x250
Input Sulteng

Woow, IPB dan PLN Akan Bantu Pengembangan Teknologi Pengolahan Ikan Asap di Morut

812
×

Woow, IPB dan PLN Akan Bantu Pengembangan Teknologi Pengolahan Ikan Asap di Morut

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_MORUT,–Institut Pertanian Bogor (IPB) bekerja sama dengan PT. PLN membantu pengembangan teknologi pengolahan ikan asap secara modern di Morowali Utara, Sulteng.

Berdasarkan hasil pengkajian dan survey lapangan yang dilakukan tim IPB, diperoleh kesimpulan bahwa beberapa desa terutama yang berada di pesisir pantai sangat potensial untuk pengembangan usaha ikan asap.

Selain itu, beberapa desa di Morut terutama di wilayah Kecamatan Petasia Barat memiliki potensi ikan air tawar seperti di Danau Tiu dan perairan Lowo.

Namun yang terjadi selama ini, usaha ikan asap tersebut masih dikelola secara tradisional. Belum ada sama sekali sentuhan teknologi sehingga hasilnya pun seadanya.

Sehubungan dengan hal tersebut, IPB University berkolaborasi dengan PT. PLN membuat program pendampingan pengembangan teknologi pengolahan ikan asap di beberapa desa di Morut.

Kerjasama ini juga sekaligus menyiapkan alat panggang ikan asap yang sudah dimodifikasi. Pengadaan alat tersebut dibiayai dari dana CSR (Corporate Social Responsibility) PT. PLN.

Untuk mempersiapkan segala hal yang terkait dengan program pemberdayaan tersebut, tim dari IPB kini berada di Morut. Mereka melakukan edukasi dan pendampingan agar program ini sesuai target yang diharapkan.

Tim tersebut terdiri dari Prof. Dr. Baba Barus M.Sc (Ketua Tim Ahli), La Ode Syamsul M.Si (Ketua Pelaksana), Dr. Djoko Poernimo (Ahli Pengolahan Ikan-Desain Alat), Ridho M Ichsan M.Si (Ahli Pengembangan Masyarakat) dan
Rika Sartika Wijayanti, SP (Staf P4W IPB).

Dihubungi di Kolonodale, Selasa malam (19/12/2023), Ketua Pelaksana Program dari IPB, La Ode Syamsul, M.Si, mengemukakan proses yang dilakukan saat ini, diawali dari kajian komprehensif potensi unggulan daerah dan pendampingan di 11 desa yang potensial untuk pengembangan usaha ikan asap.

“Yang kami lakukan bukan hanya dari sisi ekonomi saja, pemahaman akan pentingnya keberlanjutan bahan baku yang berasal dari alam juga selalu ditekankan agar keberlanjutan usaha ikan asap dapat terwujud,” jelasnya

Sesuai hasil kajian dari tim IPB, kegiatan industri pengolahan hasil perikanan di Morut saat ini umumnya masih menggunakan cara-cara sederhana dan minimnya pengetahuan pelaku usaha.

“Proses yang dilakukan secara sederhana ini berdampak pada waktu produksi yang lebih lama dan daya simpan yang relatif singkat,” tambah La Ode.

Menurutnya, dengan adanya intervensi teknologi diharapkan dapat meningkatkan dan mempercepat proses produksi serta pemasaran produk olahan ikan di Kabupaten Morowali Utara.

Sementara itu, anggota tim Ridho M Ichsan mengatakan tim dari IPB sudah melakukan survey sejak bulan Mei 2023, lalu dilanjutkan dengan sosialisasi dan pelatihan mengenai usaha ikan asap.

“Potensi perikanan baik tangkap maupun budidaya cukup besar. Program bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat terutama UMKM yang masuk dalam binaan,” jelasnya.

Kepala Bidang Penataan Kerjasama dan Penyelenggaraan Administrasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Morowali Utara, Charles N. Toha, S.Sos, M.Si, yang mendampingi tim ini, mengemukakan kerjasama Pemda Morut dengan IPB sudah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir.

Pengembangan ikan asap dengan sentuhan teknologi ini merupakan salah satu bentuk kerjasama. Sebelumnya IPB juga melakukan kajian ilmiah tentang rencana pengembangan perwilayahan komoditi di Morut.

Liputan: IKP | Editor: Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *