INPUTRAKYAT_LUTIM,—Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar SDN 176 Kaya’a, Kabupaten Luwu Timur. Sekolah yang beralamat di Jalan Trans Sulawesi, Desa Beringin Jaya, Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur, tersebut kembali mencatatkan prestasi melalui salah satu siswinya.
Yuanda Mentari Kabubu, siswi kelas V yang berdomisili di Desa Bayondo, berhasil meraih Juara 1 Pencak Silat Seni Tunggal Tangan Kosong dalam ajang kejuaraan pencak silat yang berlangsung di Kabupaten Bone, 25–27 September 2026.
Dalam kejuaraan tersebut, Yuanda Mentari Kabubu tampil membawa nama Perguruan Arung Palakka pada kategori usia dini.
Kejuaraan yang berlangsung selama dua hari itu menjadi ajang bagi para pesilat usia dini untuk menunjukkan kemampuan, kedisiplinan, serta hasil latihan yang selama ini dijalani.
Keberhasilan Yuanda menjadi Juara 1 menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar SDN 176 Kaya’a.
Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa siswa di daerah memiliki potensi besar untuk berkembang dan berprestasi melalui bidang olahraga, khususnya pencak silat.
Kepala SDN 176 Kaya’a, Sitti Rosita, S.Pd.I, menyampaikan rasa bangga atas pencapaian yang diraih anak didiknya.
“Atas nama seluruh keluarga besar sekolah, saya merasa sangat bangga dan terharu atas pencapaian luar biasa yang diraih oleh ananda Yuanda Mentari Kabubu yang telah sukses menyabet gelar Juara 1 Pencak Silat Seni Tunggal Tangan Kosong pada kejuaraan di Bone, 25–27 September 2026,” ujar Sitti Rosita.
Menurutnya, prestasi tersebut tidak hanya menjadi bukti kemampuan Yuanda dalam menguasai seni bela diri, tetapi juga mencerminkan dedikasi, kedisiplinan dan ketangguhan mental yang dimiliki.
“Prestasi ini bukan hanya membuktikan dedikasi, kedisiplinan, dan ketangguhan mental ananda, tetapi juga menjadi kebanggaan besar yang mengharumkan nama sekolah kita di kancah daerah,” lanjutnya.
Sitti Rosita berharap keberhasilan tersebut tidak membuat Yuanda cepat berpuas diri. Sebaliknya, prestasi itu diharapkan menjadi motivasi untuk terus berlatih dan mengembangkan kemampuan.
“Semoga keharuman prestasi ini tidak membuat ananda cepat berpuas diri, melainkan menjadi pemantik semangat untuk terus melatih diri, merawat kerendahan hati, dan melangkah ke tingkat yang lebih tinggi,” harapnya.
Ia juga berharap pencapaian Yuanda dapat menjadi inspirasi bagi siswa-siswi lainnya agar berani mengembangkan potensi dan tidak mudah menyerah dalam mengejar cita-cita.
“Saya berharap pencapaian mulia ini juga dapat menularkan inspirasi serta motivasi bagi seluruh siswa-siswi lainnya untuk pantang menyerah dalam mengejar cita-cita dan mengukir prestasi di bidangnya masing-masing,” tutup Sitti Rosita.
Prestasi Yuanda menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan keberanian untuk berkompetisi dapat membuka jalan bagi siswa untuk mengharumkan nama sekolah dan daerah.(Solihin).














