INPUTRAKYAT_LUTRA,–Stand Pameran Luwu Utara yang menyajikan produk Madu Trigona dan propolis dalam ajang Pameran dan Konferensi Perlebahan se-Asia di Merlyn Park Hotel Jakarta, membuat kewalahan para panitia.
Pasalnya, tamu yang hadir diantaranya dari mancanegara saling meminta penjelasan asal muasal pembuatan madu dan propolis serta jenis lebah dan metode penangkarannya.
“Alhamdulillah, kami kewalahan atas tamu yang datang silih berganti untuk memberikan penjelasan sekaligus melayani pembelian baik untuk konsumsi pribadi maupun dalam jumlah partai. Kewalahannya karena rata-rata tamu menggunakan bahasa Inggris” kata Ketua Forum Kelompok Usaha Perlebahan Luwu Utara, Paimin Ponijan mengaku malu dirinya tidak terlalu mahir dalam berbahasa Inggris, kepada InputRakyat.co.id, Selasa (23/10/18).
Pameran dan konferensi yang berlangsung selama empat hari tersebut, memasuki hari kedua, panitia berusaha meminta pendampingan penerjemah dari Asosiasi Perlebahan Indonesia untuk memudahkan komunikasi bagi tamu mancanegara. Sebab ada juga beberapa investor yang perlu mendapatkan penjelasan secara detail sehingga dengan adanya pendamping akan memudahkan berinteraksi. “Ini juga PR untuk saya agar lebih banyak mengetahui bahasa Inggris” ungkap Paimin Ponijan tersipu malu.
Ia berharap team Fokup Luwu Utara untuk berbuat lebih giat lagi untuk event-event internasional yang akan datang dan yang lebih penting adalah berupaya menata lebih cepat kesiapan daerah untuk menjadi tuan rumah dari event se-macam ini jika diminta oleh pihak Asosiasi Perlebahan Indonesia.
Liputan: Rama | Editor: Amk.














