INPUTRAKYAT_JENEPONTO — Kasus dugaan penganiayaan kembali di laporkan oleh warga Bonto Cini, Kecamatan Rumbia pelapor di ketahui bernama Syamsu, ia melaporkan Dokter Sulfian ke Kantor Polres Jeneponto.
Syamsu mengaku melaporkan Dokter Sulfian karena dipukul saat insiden keributan yang terjadi saat pembentukan Pantia Pilkades.
“Saya dipukul saat ingin menenangkan Sulfian yang dalam keadaan emosi dan ingin menghamburkan makanan yang berada di dekatnya ,”kata Syamsu Kepada Inputrakyat melalui telfon, Rabu 8 September 2021
Ia menjelaskan insiden pemukulan yang menimpa dirinya terjadi usai Dokter Sulfian dipukul dan bergeser ke tempat lain.
“Iya, saya kena pukulan di hidung dan berdarah oleh Sulfian, setelah Sulfian bergeser dari lokasi ia pertama bercekcok dan dipukul,” Terang Syamsul
Menurutnya, Dokter Sulfian dipukul saat kegiatan pembentukan panitia Pilkades beberapa hari yang lalu karena banyak melakukan kritikan. Sulfian di ketahui melayangkan kritikan atau masuknya terhadap ketua Badan Pemusyawaratan Desa atau BPD yang baru. Sulfian menolak BPD ikut terlibat dalam pelaksanaan Pilkades di Desa Bonto Cini, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto.
“Dia (Sulfian) tidak setuju ketua BPD yang baru di fungsikan” Jelas Syamsul.
Akibat pemukulan ini Dokter Sulfian melaporkan sejumlah oknum penyelengara pembentukan panitia pilkades, dengan laporan dugaan penganiayaan atas dirinya. Dokter Sulfian lalu di laporkan kembali oleh Syamsul yang di duga di pukul oleh Sulfian dalam insiden ini.
Diketahui insiden keributan saat pembentukan panitia pilkades di Desa Bonto Cini, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto terjadi pada Kami, 12 Agustus 2021. Saat keributan berlangsung sejumlah aparat juga hadir yakni Babhinsa dan Kapolsek Kelara.
Liputan : Ardi |Editor : Risa














