Example 728x250
Example 728x250
Kriminal

Kakek Lumpuh di Jeneponto Tewas Terpanggang

551
×

Kakek Lumpuh di Jeneponto Tewas Terpanggang

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_JENEPONTO– Akibat lupa memastikan obat nyamuk bakar menyebabkan kebakaran di pemukiman warga di Dusun Lindrung Loe, Desa Bangkala Loe, Kecamatan Bontoramba, Kebupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Rabu 8 September 2021.

Akibat kebakaran ini tiga unit rumah kayu hangus terbakar rata dengan tanah. Bahkan satu orang pemilik rumah bernama Saja’ ikut terpanggang. Kapolsek Tamalatea, Iptu Hamka membenarkan dalam insiden kebakaran tersebut terdapat satu orang korban jiwa.

“Seorang kakek berusia (80) tahun ikut terpanggang karena terjebak didalam rumah, tidak bisa keluar karena dia sakit lumpuh” terang Iptu Hamka pada Inputrakyat saat di temui di lokasi kebakaran.

Korban Tewas Di Lokasi Kebakaran

Dia menjelaskan bahwa saat peristiwa kebakaran tersebut, kondisi rumah Saja (80) dalam keadaan kosong. Hanya tinggal dia seorang sendiri.Saja tak bisa melarikan diri dari kebakaran itu lantaran ia mengidap penyakit stroke.

“Memang sudah lama sakit. Terus pada saat kejadian rumah dalam keadaan kosong. Tinggal dia sendiri,” jelasnya.

Kapolsek Tamalate Iptu Hamka

Dia menceritakan kondisi jenazah Saja ditemukan dalam keadaan mengenaskan. “Sekarang almarhum sudah kami amankan dalam keadaan meninggal dunia,” ungkapnya.

Sebenarnya kata dia, api pertama kali muncul dari rumah korban. Angin kencang dan cuaca panas membuat api merembes ke rumah lainnya.

“Dan awal daripada api memang dari rumah korban,” terangnya.

Penyebab kebakaran ini, kata dia, diduga kuat dari obat nyamuk.”Sumber api dari obat nyamuk,” pungkasnya.

Nurdin warga setempat mengatakan sebelum Saja tewas, cucucnya sempat berupaya menyelamatkannya. Namun, karena api keburu membesar, ia kemudian meletakkan Saja lalu pergi untuk meminta pertolongan ke orang lain.”Api keburu besar dia lari tinggalkan kakeknya,” cetusnya.

Cucu Saja kemudian kembali ke rumah dengan maksud untuk menyelamatkan sang kakek, namun naas nyawa sang kakek tak dapat diselamatkan.

“Kembali lagi kesini, tidak bisa naik ke rumah karena api sudah besar,” ucapnya.

Memang, kata dia, api saat itu iba-tiba membesar disaat warga tengah beristirahat. “Sempat dia mau angkat kakeknya tapi berat karena masih kecil ki,” tutupnya.

Liputan: Ardi |Editor : Risa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *