INPUTRAKYAT_LUTIM, — Desakan agar Rumah Sakit Towuti segera difungsikan kembali mengemuka dalam pembahasan sektor kesehatan di Kabupaten Luwu Timur. Anggota DPRD Luwu Timur, Erick Estrada, meminta pemerintah daerah mempercepat pengoperasian rumah sakit yang berdiri di Desa Matompi, Kecamatan Towuti, karena dinilai mendesak untuk memperluas akses layanan kesehatan di wilayah timur kabupaten tersebut.
Rumah sakit yang pembangunannya dimulai pada 2024 itu hingga kini belum melayani masyarakat. Kondisi tersebut, menurut Erick, perlu segera mendapat perhatian pemerintah, terutama dalam penyediaan anggaran operasional, tenaga kesehatan, dan sarana penunjang.
“Harus adil di sini. Yang kami tuntut adalah persoalan kesehatan,” kata Erick.
Ia menargetkan RS Towuti sudah dapat beroperasi paling lambat pada 2027. Menurut dia, kehadiran rumah sakit itu akan mengurangi ketergantungan warga Towuti dan kawasan sekitarnya terhadap RSUD I La Galigo di Wotu.
Erick menyoroti jauhnya jarak yang harus ditempuh warga ketika membutuhkan layanan rujukan. Dari Towuti ke RSUD I La Galigo, pasien harus menempuh perjalanan lebih dari 100 kilometer, kondisi yang dinilai berisiko bagi pasien yang membutuhkan penanganan segera.
“Banyak pasien harus menempuh perjalanan yang sangat jauh untuk mendapatkan layanan kesehatan. Ini menjadi persoalan yang harus segera diselesaikan,” ujarnya.
Ia mengaku menerima laporan adanya pasien asal Towuti yang meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju rumah sakit rujukan. Menurutnya, peristiwa semacam itu menjadi alasan kuat agar pemerintah mempercepat penyelesaian seluruh kebutuhan operasional RS Towuti.
Erick berharap Pemerintah Kabupaten Luwu Timur segera menuntaskan aspek pendanaan, pemenuhan tenaga medis, serta kelengkapan fasilitas sehingga rumah sakit tersebut dapat mulai melayani masyarakat pada 2027.
Menurut dia, beroperasinya RS Towuti bukan hanya memperluas pemerataan layanan kesehatan, tetapi juga menjadi upaya mengurangi risiko keterlambatan penanganan pasien, khususnya bagi masyarakat di wilayah Towuti dan Mahalona Raya.














