INPUTRAKYAT_LUTIM, — Pembangunan Rumah Sakit Towuti didorong masuk dalam daftar proyek prioritas yang dibiayai melalui kontrak tahun jamak. Badan Anggaran DPRD Luwu Timur menilai pembangunan fasilitas kesehatan itu memiliki dampak langsung terhadap akses layanan kesehatan masyarakat di wilayah timur kabupaten.
Usulan tersebut disampaikan Juru Bicara Banggar DPRD Luwu Timur, Alamsyah, dalam Rapat Paripurna DPRD saat menyampaikan laporan hasil pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara atau KUA-PPAS 2027, Rabu, 5 Agustus 2026.
Banggar sebelumnya membahas rancangan anggaran bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah. Pembahasan itu mencakup kemampuan fiskal daerah serta daftar program yang dinilai mendesak untuk dilaksanakan.
Dalam rancangan KUA-PPAS 2027, pendapatan daerah diproyeksikan sebesar Rp2,21 triliun. Adapun belanja daerah mencapai sekitar Rp2,26 triliun. Dengan komposisi tersebut, anggaran daerah diproyeksikan mengalami defisit Rp49,19 miliar.
Di tengah keterbatasan ruang fiskal itu, DPRD tetap meminta pembangunan RS Towuti mendapat perhatian.
Alamsyah mengatakan rumah sakit tersebut tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik. Keberadaannya dinilai dapat memperpendek jarak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan medis, terutama warga Towuti, Nuha, dan Wasuponda.
“Banggar berharap pembangunan Rumah Sakit Towuti menjadi salah satu prioritas dalam skema multiyears,” ujar Alamsyah.
Menurut dia, pembangunan RS Towuti juga telah masuk dalam dokumen RPJMD Luwu Timur. Karena itu, pemerintah daerah diminta memastikan kesinambungan pendanaan agar proyek tersebut tidak berhenti di tengah jalan.
Skema multiyears dinilai dapat menjadi pilihan untuk menjaga kesinambungan pekerjaan sekaligus menyesuaikan kebutuhan pendanaan dengan kemampuan anggaran daerah setiap tahun.
Dalam pembahasan KUA-PPAS, Banggar dan TAPD juga menyepakati sejumlah pekerjaan strategis yang diarahkan menggunakan kontrak tahun jamak. Di antaranya pembangunan ruas jalan kabupaten dan penerangan jalan umum.
DPRD meminta pemerintah daerah menyusun prioritas secara terukur agar proyek yang masuk skema multiyears benar-benar memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Luwu Timur Ober Datte, didampingi Wakil Ketua Jihadin Peruge dan Hj. Harisah Suharjo. Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam, Sekretaris Daerah Ramadhan Pirade, unsur Forkopimda, jajaran pemerintah daerah, dan anggota DPRD turut hadir.
Bagi Banggar, pembangunan RS Towuti menjadi bagian dari agenda yang perlu dijaga kesinambungannya dalam perencanaan anggaran. DPRD kini mendorong pemerintah daerah menerjemahkan prioritas tersebut ke dalam penganggaran dan pelaksanaan proyek.














