Example 728x250
Example 728x250
Input Sulteng

Cabjari Kodal Akan Lidik Kisruh BKK di Desa Tingkeawo

1587
×

Cabjari Kodal Akan Lidik Kisruh BKK di Desa Tingkeawo

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_MORUT,–Kisruh Bantuan Keuangan Khusus (BKK) di Desa Tingkeawo, Kecamatan Lembo, Kabupaten Morowali Utara, bakal berbuntut panjang.

Pasalnya, Kantor Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Morowali di Kolonodale (Kodal), Morowali Utara, akan melakukan penyelidikan persoalan tersebut.

“Menyikapi persoalan ini, nanti kami coba konfirmasi dan memetakan persoalannya,” singkat Kacabjari Morowali di Kodal, Morowali Utara, Andreas Atmaji, Jumat (15/12/2023).

Kasus itu bermula saat terjadi adu mulut di Kantor Desa Tingkeawo pada 7 November lalu, antara Ellentris Tamanampo dengan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Tingkeawo, Andrew.

Keributan tersebut berhasil diabadikan warga, dan videonya viral di media sosial melalui grup WhatsApp.

Dalam video berdurasi 1 menit 34 detik itu, terlihat emak-emak berseragam dinas berwarna coklat dan menggunakan kacamata yang diketahui bernama Ellentris Tamanampo terlihat memaki-maki seorang pria.

“Ngana bikin malu saya bin*t*ng,” maki seorang emak-emak berseragam dinas itu sembari mendorong seorang pria yang diketahui adalah Ketua BPD, Andrew dalam video tersebut.

Rupanya, Ellentris Tamanampo berang lantaran tak menerima dirinya diadukan Ketua BPD Tingkeawo ke Kecamatan, DPMD dan Inspektorat.

Dikabarkan, Ellentris Tamanampo merupakan ASN Pemda Morowali Utara menjabat sebagai Kasi Kesejahteraan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Morut.

Demikian diungkapkan Ketua BPD Tingkeawo, Andrew kepada media ini melalui telepon genggamnya, kemarin.

Ia menyebut, jika Ellentris Tamanampo berperan sebagai penginisiasi pembentukan kelompok UMKM Harapan Baru sekaligus membuat proposal melalui program Bantuan Keuangan Khusus tahun 2022.

“Teralisasi Rp. 29 juta lebih yang bersumber dari BKK program pemerintah daerah Kabupaten Morowali Utara,” katanya.

Lanjutnya, kisruh program ini bermula saat Ellentris Tamanampo usai membeli peralatan dapur, kemudian akan dibagikan ke anggota kelompok Harapan Makmur sebanyak 7 orang.

“Saat hendak dibagikan, Ellentris Tamanampo rupanya ingin pula mendapatkan peralatan dapur tersebut dari masing-masing anggota kelompok dengan alasan jerih payahnya membuat proposal sehingga bantuan ini terealisasi,” terangnya.

“Sontak anggota kelompok menolak keinganan Ellentris Tamanampo. Mereka pun mempersoalkan jika peralatan dapur yang dibeli tak sesuai isi dalam proposal. Misalnya, panci 7 buah, realisasinya hanya 4 buah,” sambungnya lagi.

Atas penolakan itu, Ellentris Tamanampo kembali membentuk kelompok baru, lalu mengalihkan bantuan peralatan dapur tersebut berupa panci, teflon, etalase, kompor dan sebagainya.

Persoalan ini terus menerus menjadi buah bibir, sehingga saya pun konsultasikan ke Kades Tingkeawo, namun hanya diarahkan komunikasi ke Ellentris Tamanampo.

Meski begitu kata dia, Ellentris Tamanampo tetap bersekukuh dengan keinginannya, sehingga persoalan ini saya adukan ke Kecamatan lalu ke DPMD serta Inspektorat karena tidak ada penyelesaian.

“Disinilah persoalan tersebut meledak di Kantor Desa, karena Ellentris Tamanampo tak menerima dirinya saya adukan, ditambah lagi Inspektorat menyebut jika terjadi kesalahan prosedur,” ujarnya.

Bahkan, Inspektorat pun meminta agar peralatan dapur tersebut dikembalikan ke anggota kelopompok UMKM Harapan Baru.

Walapun kodisi barang itu sudah terpakai, anggota kelompok Harapan Baru terpaksa harus menerima karena Inspektorat menyebut jika hal ini menjadi temuan.

“Dengan dalil itu anggota kelompok berharap jika barang tersebut akan diganti dengan barang baru,” ketusnya.

“Ini lah yang memicu Ellentris Tamanampo memaki-maki saya di teras kantor Desa, dengan mengatakan, “ngana bikin malu saya bin*t*ang,” beber Andrew.

Kendati demikian tambahnya, sampai hari ini persoalan tersebut belum juga menuai titik terang, dengan tidak adanya tindaklanjut rekomendasi Inspektorat.

Kepala DPMD, Andi Parenrengi saat dikonfirmasi via pesan WhatsAppnya belum ada jawaban mengenai persoalan tersebut.

Bahkan, ibu Elen juga belum ada tanggapan resmi terkait kejadian yang sebagaimana dalam video yang beredar hingga berita ini diterbitkan.

Liputan: Amk | Editor: Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *