Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Dituding Pegang Kemaluan Siswanya, Ini Tanggapan Kasek SMKN 1 Malili

1146
×

Dituding Pegang Kemaluan Siswanya, Ini Tanggapan Kasek SMKN 1 Malili

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Kepala sekolah SMKN 1 Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulsel, berinisial Ak membantah atas tudingan pelecehan yang dialamatkan ke dirinya.

“Itu tidak benar, saya tidak pegang kemaluan siswa itu (Inisial S-red),” ungkap Ak kepada InputRakyat.co.id melalui telepon genggamnya, Kamis (15/02/19) malam.

Diceritakannya, saya memang hukum anak itu, karena saya dapati bolos di jam sekolah dengan cara memanjat pagar, lalu saya suruh lari menuju sekolah kemudian saya perintahkan pergi sholat duhur.

Tak sampai disitu kata Ak, saya kembali menyuruh siswa ini membersihkan sarang laba-laba yang melekat di plafon, dengan posisi berdiri diatas meja sembari saya beri penyapu ijuk sebagai bentuk hukuman.

“Seingat ku, saya nda memegang kemaluannya seperti yang ditudingkan dengan cara sengaja, saya hanya menunjuk, entalah apakah saya tidak sengaja menyentuh atau bagaimana, yang jelas saya hanya menunjuk ke arah pelafon, ada guru-guru kok yang melihat,” terang Ak.

Lanjutnya, saya juga kaget di telepon guru-guru setelah sholat adzar bahwasanya para pelajar menggelar unjuk rasa di sekolah. Sementara posisi saya saat itu berada di Lampia, Desa Harapan, Kecamatan Malili, untuk mengambil rambutan.

“Jadi, kalau saya dikatakan lari itu tidak benar, karena saya lagi di Lampia ambil rambutan atas pesanan Ibu Kabidmen UPT Cabang Dinas Pendidikan untuk di bawah ke Makassar malam ini,” bebernya.

Setelah saya balik dari Lampia, saya di panggil ke Polres Lutim untuk diperiksa tepat sebelum sholat Ashar, ujarnya.

“Ada sekitar kurang lebih dua jam saya dimintai keterangan, dan saya juga tidak tahu tiba-tiba saya di panggil Polisi atas persoalan itu,” ucapnya.

Ayah dari tiga anak ini menambahkan kalau dirinya sama sekali tidak menyentuh kemaluan siswa tersebut dengan unsur kesengajaan, tutupnya.

Sebelumnya, ratusan pelajar SMKN 1 Malili menggelar aksi unjuk rasa di halaman sekolah, siang tadi.

Hal itu dipicu adanya dugaan pelecehan terhadap salah seorang pelajar berinisial S jurusan pengelasan.

Sebagaimana pengakuan S, bahwasanya kemaluannya di pegang oleh kepala sekolah Ak sebanyak dua kali di ruangan kepala sekolah.

Siswa S di panggil lantaran melanggar peraturan sekolah.

Tak terima perlakuan itu, S menceritakan yang dialami ke temannya, sehingga memicu aksi protes.

Liputan: Redaksi | Editor: Amk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *