Gelar Rapat Evaluasi, Bapenda Morowali Utara Genjot Pendapatan Daerah

INPUTRAKYAT_MORUT,–Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Morowali Utara menggelar rapat evaluasi dan koordinasi guna menggenjot pendapatan asli daerah (PAD).

Rapat tersebut dipimpin langsung Wakil Bupati Morowali Utara, H. Djira dan didampingi Kepala Bapenda Morut, Agung Ponga yang diikuti para kepala OPD dan Camat se Kabupaten Morowali Utara, Selasa (12/9/2023).

Ditemui usai rapat, Kepala Bapenda Morut, Agung Ponga mengatakan, rapat ini guna mengevaluasi sejauh mana realisasi PAD mulai Januari sampai saat ini.

“Dari rapat evaluasi ini, pencapaian pendapatan kita sampai triwulan ketiga baru 47 persen atau sekitar Rp 83 Miliar dari target pendapatan tahun ini sebesar Rp 175 Miliar,” ujarnya.

Lanjutnya, saat ini rata-rata Organisai Perangkat Daerah (OPD) belum mencapai target, ya’ boleh dikata masih minim atau baru sekitar 65 persen realisasinya, dan ada pula OPD yang realisasinya nol persen seperti sewa kendaraan di Dinas PUPR.

“Sementara OPD yang mencapai target pengelolah retribusi itu yakni dinas Kesehatan dimana realisasinya sudah 100 persen,” sambungnya lagi.

Ia menjelaskan, bahwa untuk di sektor pendapatan lain yang baru mencapai target yaitu Pajak Penerangan Jalan (PPJ) dimana realisasinya sudah 200 persen lebih serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang sudah mencapai 100 persen.

Selain OPD kata dia, pendapatan pun bersumber dari kecamatan yakni PBB, dan saya melihat belum sebagaian mencapai realisasi, hanya beberapa saja yang sudah mencapai diantaranya kecamatan Soyojaya yakni 80 persen.

“Adapun langkah untuk menggenjot pendapatan, maka kita perlu mengupdate ulang data-data potensi dan objek pajak misalnya pajak restoran dan pajak hotel karena ada perbedaan data, kemudian penerimaan dari sektor PBB menurut dari kecamatan sudah sekian tapi perlu kita rekon ulang biar datanya sama,” terangnya.

Ditambahkannya, bahwa sektor pendapatan yang besar di Morut yakni pajak mineral bukan logam dan batuan (MBLB) dan ini agak sulit kita mencapai target, makanya tadi dibahas akan dibuat pos diperbatasan yang akan kita kerja samakan dengan Satpol PP dan Dishub untuk mengantisipasi material-material misalnya pasir yang dibawa keluar.

Liputan: Amk | Editor: Redaksi.

Anugrah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *