INPUTRAKYAT_MORUT, — Dua pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Morowali Utara turut merasakan langsung kerasnya jalur Trail Adventure One Day “Mamala Bertabur Bintang”, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Ketua Umum HIPMI Morowali Utara, Edwin Purnawan Tampake, yang juga anggota DPRD Morowali Utara, bersama Wakil Ketua Umum HIPMI Morowali Utara, Muh. Fauzan Ari Nugraha, tampak melintasi jalur ekstrem yang menjadi arena petualangan para pencinta motor trail.
Fauzan bukan sekadar peserta. Pengusaha muda tersebut merupakan sponsor utama Trail Adventure One Day “Mamala Bertabur Bintang”, yang digelar dengan menjadikan kawasan Bumi Tepo Asa Aroa, Kabupaten Morowali Utara, sebagai lintasan petualangan.
Keterlibatan pengurus HIPMI Morowali Utara di jalur tersebut tidak semata-mata menunjukkan dukungan terhadap olahraga otomotif. Bagi Fauzan, kegiatan ini juga menjadi salah satu cara memperkenalkan potensi Morowali Utara melalui olahraga, petualangan, dan eksplorasi alam.
“Mamala Bertabur Bintang” menawarkan cara berbeda untuk mengenalkan Morowali Utara. Bukan melalui jalan beraspal atau panggung seremoni, melainkan lewat jalur tanah, tanjakan, hutan, serta medan ekstrem yang menguji keberanian dan keterampilan para pengendaranya.
Motor trail menjadi kendaraan. Hutan menjadi lintasan. Sementara bentang alam Morowali Utara menjadi panggungnya.
Kegiatan seperti ini sekaligus membuka ruang bagi promosi wisata berbasis petualangan. Para raider yang datang tidak hanya berhadapan dengan tantangan lintasan, tetapi juga bersentuhan langsung dengan lanskap alam Morowali Utara yang selama ini lebih banyak dikenal karena kekayaan sumber daya alamnya.
Fauzan memilih masuk langsung ke medan yang didukungnya. Ia tidak berhenti di belakang meja sebagai sponsor, tetapi ikut merasakan kerasnya jalur dan tantangan yang dihadapi para peserta.
Sementara itu, Edwin Purnawan Tampake mengaku baru pertama kali mengikuti kegiatan trail adventure.
“Seru sekali. Saya tertarik dan tertantang untuk ikut event selanjutnya,” ujarnya singkat.
Di tengah hutan, batas antara sponsor dan peserta sejenak menghilang. Yang tersisa hanya deru mesin, lumpur, pepohonan, dan adrenalin.
Dari jalur ekstrem itu, Morowali Utara mencoba menunjukkan wajah lainnya, alam yang bukan hanya untuk dilihat, tetapi juga untuk dijelajahi.














