INPUTRAKYAT_MORUT — Lumpur dan mesin trail telah ditinggalkan. Setelah seharian para raider menjajal jalur ekstrem Bumi Tepo Asa Aroa, giliran Kota Kolonodale, Kecamatan Petasia, Kabupaten Morowali Utara, yang bergemuruh.
Malam puncak Trail Adventure One Day “Mamala Bertabur Bintang”, Sabtu malam, 8 Agustus 2026, berubah menjadi pesta hiburan.
Jacson Zeran, Ecko Show, Novia Bachmid, hingga Diva Aurel tampil menghibur penonton. Lagu-lagu seperti Ta Bola Bale dan Bunda Cemburu mengalir dengan iringan musik DJ.
Penonton ikut bergoyang. Tangan terangkat, sorak-sorai terdengar dari berbagai penjuru.
Suasana semakin ramai ketika pengusaha muda Morowali Utara, Fauzan Ari Nugraha atau Ochan Mamala, naik ke panggung.

Fauzan tidak hanya menyaksikan pertunjukan. Ia ikut bergoyang bersama para penyanyi dan mengajak penonton menikmati malam. Panggung dan penonton pun seolah menyatu.
Jika siang hari para raider menguji nyali di jalur berlumpur, malamnya mereka berkumpul menikmati musik di pusat Kota Kolonodale.
Dari Lumpur ke Panggung Hiburan
Trail Adventure “Mamala Bertabur Bintang” tidak hanya menghadirkan olahraga ekstrem. Kegiatan ini juga membawa dampak bagi aktivitas ekonomi dan promosi wisata Morowali Utara.
Para raider datang dari berbagai daerah bersama komunitasnya. Warga memenuhi pusat keramaian. Pedagang, warung, penginapan hingga pelaku usaha lokal ikut merasakan ramainya kegiatan.
Konsepnya sederhana, membawa orang datang ke Morowali Utara melalui petualangan, komunitas dan hiburan.
Siang hari, alam menjadi arena trail. Malam hari, Kolonodale menjadi pusat hiburan. Keduanya bertemu dalam satu kegiatan: “Mamala Bertabur Bintang”.
Trail sebagai Promosi Wisata
Kegiatan trail adventure juga menjadi cara memperkenalkan Morowali Utara kepada pengunjung dari luar daerah.
Para raider membawa pengalaman tentang jalur ekstrem. Komunitas membawa dokumentasi. Penonton membawa cerita. Sementara pelaku usaha mendapat perputaran ekonomi.
Di tengah kegiatan itu, Fauzan ikut mengambil peran sebagai pengusaha muda sekaligus salah satu sosok yang mendukung kegiatan.
Promosi wisata tidak selalu harus melalui baliho atau slogan. Pengalaman langsung sering kali justru lebih mudah diingat.
Para peserta bisa pulang membawa cerita tentang jalur ekstrem, alam Morowali Utara dan suasana malam di Kolonodale.
Malam itu, Kolonodale bukan sekadar lokasi penutupan sebuah petualangan.
Kota itu menjadi panggung yang memperlihatkan sisi lain Morowali Utara, alam yang menantang pada siang hari dan hiburan yang meriah pada malam hari.
Fauzan Mamala memilih cara sederhana untuk menyatu dengan massa. Ia bergoyang. Dan malam itu, Kolonodale ikut bergoyang.














