INPUTRAKYAT_LUTIM, — Di ujung jalur Trail Adventure One Day Mamala Bertabur Bintang, para raider tidak lagi sekadar mengejar garis finis. Mereka berhadapan dengan satu rintangan terakhir yakni tanjakan berhadiah.
Jalur itu menjadi panggung kecil bagi keberanian dan nasib yang sengaja disiapkan oleh penyelenggara.
Satu per satu motor trail melesat menembus tanjakan. Ban belakang menggerus tanah. Tak sedikit raider berhasil menjaga keseimbangan hingga mencapai puncak. Sebagian lainnya menyerah pada kemiringan medan.
Kaki pun turun menyentuh tanah.
Ada yang berhenti di tengah tanjakan. Ada yang kehilangan traksi. Ada pula yang motornya terjungkal sebelum mencapai bibir puncak. Sorak penonton pecah setiap kali seorang raider berhasil menaklukkan medan. Demikian saat terjungkal.
Tanjakan tersebut menjadi salah satu titik paling riuh dalam kegiatan Trail Adventure One Day Mamala Bertabur Bintang yang digelar di jalur petualangan Bumi Tepo Asa Aroa, Kabupaten Morowali Utara, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Di lokasi itu, anggota DPRD Morowali Utara, H. Ahmad Dg Mamala, turut menyaksikan langsung perjuangan para raider. Pengusaha muda Fauzan Ari Nugraha, atau yang akrab disapa Ochan Mamala, juga hadir. Ia merupakan sponsor utama kegiatan tersebut.
Bagi para peserta, tanjakan berhadiah bukan sekadar perkara hadiah. Ia menjadi semacam ujian penutup setelah berjam-jam berjibaku dengan jalur ekstrem Bumi Tepo Asa Aroa.
Di sana, tenaga mesin bertemu dengan keberanian pengendaranya. Ketika roda kehilangan daya cengkeram, keberanian saja kadang tak cukup.
Sebagian mencapai puncak dengan mulus. Sebagian lainnya harus turun dari motor dan mengangkat kembali tunggangannya. Namun dalam olahraga seperti ini, gagal menaklukkan satu tanjakan bukan berarti perjalanan berakhir.
Sebab di jalur ekstrem, yang dicari bukan hanya siapa yang tercepat. Melainkan siapa yang berani terus mencoba ketika medan mengatakan sebaliknya.














