Example 728x250
Example 728x250
Input Sulteng

Kolonodale “Dikepung” Debu, Penyakit Ispa Mengancam

319
×

Kolonodale “Dikepung” Debu, Penyakit Ispa Mengancam

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_MORUT,–Selama dua pekan, Kota Kolonodale, Kabupaten Morowali Utara, Sulteng, darurat polusi udara.

Debu bertebaran dan mengepung pemukiman warga. Jarak pandang pun mulai berkurang saat berkendara sepeda motor.

Polusi udara ini diduga bersumber dari aktivitas perusahaan disekitar wilayah Kota Kolonodale, Ibu Kota Kabupaten.

Akibatnya, kondisi ini dapat mengancam kesehatan masyarakat termasuk penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

Berdasarkan data yang dihimpun, angka penderita penyakit ISPA di kecamatan Petasia dan Petasia Barat mengalami lonjakan sepanjang Tahun 2025.

Meski belum diketahui pasti berapa angka penderita ISPA, namun diawal tahun ini sudah terdapat pasien yang terpapar.

Kuat dugaan berkaitan dengan polusi udara yang terjadi di dua wilayah ini. Demikian dibenarkan Plt Kadis Kesehatan Morut, Arif Paskal Pokonda.

“Ada beberapa faktor yang mempengaruhi seperti mobilitas penduduk, perubahan cuaca, termasuk polusi udara akibat aktivitas pertambangan,” bebernya.

Ia menyebut jika pihak nya saat ini belum memiliki alat khusus untuk mengukur tingkat polusi udara secara detail.

Namun kata dia, aktivitas pertambangan dinilai berpotensi memperberat kasus-kasus gangguan pernafasan di masyarakat saat ini.

Semebtara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Morowali Utara, Syarifudin juga membenarkan terjadinya polusi udara akhir-akhir ini.

“Memang akhir-akhir ini Kota Kolonodale tercemar debu yang bersumber aktivitas perusahaan,” katanya.

Menyikapi hal itu, Syarifudin mengklaim jika pihaknya sudah menegur 16 perusahaan yang beraktivitas di Kecamatan Petasia.

Teguran tersebut melalui persuratan. Salah satu poin mewajibkan perusahaan menyiram area produksi dan jalan angkut untuk menekan debu.

“Jika teguran ini tidak diindahkan maka kami akan melakukan langkah sesuai perundang-undangan yang berlaku,” tandas Syarif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *