INPUTRAKYAT_LUTIM,–Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudmudora) kembali menggelar festival Danau Matano.
Kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan destinasi wisata di Kabupaten Luwu Timur dengan mengusung tema “Bersatu Membangun Kampung”.
Hal itu diungkapkan Hamris Darwis, Kepala Disbudparmudora Lutim kepada InputRakyat.co.id, Selasa (19/11/19).
“Kegiatan ini merupakan agenda pemerintah daerah yang semata-mata untuk memperkenalkan destinasi wisata Luwu Timur,” ujar Hamris.
Untuk mensukseskan kegiatan ini kita tetap melibatkan masyarakat setempat, katanya.
Festival Danau Matano akan diselenggarakan pada 29 November sampai 1 Desember 2019 di Sorowako, Kecamatan Nuha, yang diawali dengan tari kolosal gabungan tarian khas masyarakat Luwu Timur serta pengukuhan sanggar seni, bebernya.
Lanjutnya, ada beberapa agenda kegiatan di festival ini nantinya seperti lomba dayung tradisional, katinting race, nohu bangka dan lomba menangkap ikan opudi.
Selain itu, kami juga menyelenggarakan lomba tradisional yakni gasing serta trompa panjang dan akan dihibur sejumlah Artis.
“Kegiatan ini murni agenda wisata bukan kebudayaan atau adat, dengan harapan bisa menjadi penggerak untuk mempersatukan masyarakat Luwu Timur khususnya Kecamatan Nuha,” tandas Hamris.
Rencananya diacara ini akan dihadiri beberapa tamu diantaranya Alumni SMA 158 Palopo angkatan 54 serta pertemuan para guru se Sulsel yang disebut destinasi pendidikan dan pameran pendidikan se Sulsel, jelasnya lagi.
Menurutnya, kita juga upayakan kehadiran Pak Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah untuk membuka acara.
Disinggung besaran penggunaan anggaran kata Hamris, berkisar Rp 500 juta yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), kuncinya.
Liputan: Anjar | Editor: Redaksi.














