INPUTRAKYAT_MORUT, — Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kelurahan Bahontula, Morowali Utara, tak berhenti pada lomba dan hiburan. Turnamen Tiba-Tiba Domino yang berlangsung 15–17 Agustus 2026 sekaligus melahirkan klub baru: Tekewoi Domino Club Bahontula.
Sebanyak 40 pasangan ambil bagian dalam turnamen tersebut. Bagi Pengcab ORADO Morowali Utara, momentum itu menjadi pintu masuk untuk membangun pembinaan olahraga domino dari tingkat masyarakat.
Ketua Pengcab ORADO Morowali Utara Muhammad Russell Najimain mengatakan, pembinaan atlet tidak cukup dilakukan melalui turnamen. Klub di tingkat kelurahan dan desa, kata dia, justru menjadi fondasi untuk menemukan dan mengembangkan atlet.
“Setiap turnamen bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana dari setiap kegiatan lahir ruang-ruang baru untuk pembinaan, lahir klub, lahir atlet, dan semakin banyak masyarakat yang terlibat,” kata Russell.
Tekewoi Domino Club diinisiasi Ketua Karang Taruna Kelurahan Bahontula, Hendra Baoli. Klub itu diharapkan menjadi ruang bagi warga untuk menyalurkan minat sekaligus mengembangkan kemampuan di olahraga domino secara lebih terorganisasi.
Russell mengatakan pembentukan klub tersebut menjadi langkah penting bagi ORADO Morowali Utara untuk memperluas basis pembinaan. Menurut dia, olahraga domino membutuhkan ekosistem yang tidak hanya bertumpu pada pertandingan.
“Sejak ORADO resmi diakui KONI Pusat sebagai cabang olahraga pada 21 Mei 2026, tanggung jawab membangun olahraga ini secara lebih terarah semakin besar,” ujarnya.
Menurut Russell, pembinaan tidak bisa hanya terpusat di tingkat kabupaten. Klub yang tumbuh di tengah masyarakat diperlukan sebagai tempat awal proses pencarian dan pengembangan atlet.
Lurah Bahontula Budi Tangko menyambut pembentukan klub tersebut. Ia menilai kegiatan olahraga dapat menjadi ruang interaksi warga sekaligus kegiatan positif bagi generasi muda.
“Kegiatan ini bukan hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga ruang silaturahmi dan kebersamaan,” kata Budi.
Ia berharap Tekewoi Domino Club dapat bertahan setelah turnamen berakhir dan berkembang menjadi wadah bagi warga Bahontula yang memiliki minat terhadap olahraga domino.
Ketua Panitia Turnamen Tiba-Tiba Domino Bahontula, Alimuddin, mengatakan antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat masyarakat. Sebanyak 40 pasangan mengikuti pertandingan selama tiga hari.
Ia berharap turnamen tersebut tidak menjadi kegiatan sesaat.
“Semoga silaturahmi dan kebersamaan yang sudah terbangun dapat terus dijaga, dan Tekewoi Domino Club Bahontula dapat berkembang menjadi wadah yang positif bagi masyarakat,” kata Alimuddin.
Peresmian klub itu membuat turnamen kemerdekaan di Bahontula memiliki agenda yang lebih panjang: bukan sekadar mencari pemenang, melainkan membangun tempat pembinaan dari tingkat paling dekat dengan masyarakat.














