Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Ia Datang Tanpa Jarak, Pergi dengan Jejak: Kisah AKP Aswan Sahruddin di Luwu Timur

952
×

Ia Datang Tanpa Jarak, Pergi dengan Jejak: Kisah AKP Aswan Sahruddin di Luwu Timur

Sebarkan artikel ini
Foto: AKP Aswan Sahruddin (kanan)

INPUTRAKYAT_OPINI,–Selasa, 14 April 2026, menjadi penanda babak baru dalam perjalanan karier AKP Aswan Sahruddin, yang selama ini menjabat sebagai Kasat Intelkam Polres Luwu Timur.

Ia resmi mengikuti serah terima jabatan (sertijab) sebagai Panit 3 Subdit 1 Ditintelkam Polda Sulawesi Selatan. Sebuah prosesi yang bukan sekadar formalitas, melainkan simbol kepercayaan sekaligus amanah baru yang harus diemban.

Kabar itu datang begitu sederhana, melalui pesan singkat WhatsApp yang ia kirimkan kepada saya. “Tidak terasa, 3 tahun mi lebih,” tulisnya singkat, menggambarkan masa pengabdiannya di Luwu Timur.

Namun di balik kalimat sederhana itu, tersimpan perjalanan panjang. Bukan hanya soal tugas, tetapi juga tentang pendekatan, komunikasi, dan hubungan yang melampaui sekadar profesionalitas.

Kilasan itu membawa ingatan kembali ke 13 Maret 2023, saat ia pertama kali menginjakkan kaki di Bumi Batara Guru, Kabupaten Luwu Timur, setelah sebelumnya menjabat sebagai KBO Sat Intelkam Polres Luwu.

Langkah awal yang ia pilih kala itu bukanlah membangun jarak, apalagi berlindung di balik jabatan. Ia justru membuka ruang komunikasi. Bahkan, salah satu orang pertama yang ia hubungi adalah saya.

Dari situlah semuanya bermula. Komunikasi yang awalnya sederhana, perlahan tumbuh menjadi kedekatan yang pada akhirnya terasa seperti hubungan saudara.

Dikenal sebagai pendiri Lembaga Komunitas Raharja Syndicate, nama Aswan Raharja pun melekat di tengah masyarakat. Namun di balik itu semua, ia tetap sosok yang sama, rendah hati, sederhana, mudah didekati, komunikatif, dan selalu membawa suasana ceria dalam setiap interaksi.

Ia memahami bahwa menjaga keamanan bukan semata soal kewenangan, tetapi juga soal komunikasi. Pendekatan itulah yang ia terapkan dalam menjalankan tugas.

Melalui cara yang humanis, ia mampu meredam berbagai potensi gejolak, mulai dari aksi unjuk rasa, isu-isu daerah, hingga dinamika sosial yang berkembang di masyarakat. Ia hadir, mendengar, dan merangkul.

Di tengah kesibukannya, ia pun tak segan menjalin komunikasi. Menghubungi, berdiskusi, hingga bertukar informasi. Sebuah pola kerja yang cair, tidak kaku, namun justru efektif.

Memang, kebersamaan tidak selalu terwujud dalam pertemuan fisik. Kesibukan menjadi batas yang nyata. Ia dengan tugas negara, saya dengan urusan publik.

Namun demikian, jarak tak pernah benar-benar terasa. Sesekali, di waktu senggang, kami menyempatkan diri untuk sekadar ngopi bersama. Ruang sederhana tanpa formalitas, tanpa sekat jabatan.

Lebih dari itu, komunikasi tetap terjaga melalui sambungan telepon. Bisa dibilang cukup intens, terutama saat membahas isu-isu penting yang berkaitan dengan Luwu Timur, bahkan hal-hal pribadi.

Dari situlah tumbuh saling memahami. Memahami posisi, memahami tanggung jawab, dan menyadari bahwa masing-masing berjalan di jalur pengabdian yang berbeda.

Kini, dengan amanah baru di Polda Sulawesi Selatan, tentu tanggung jawab yang diemban semakin besar. Namun satu hal yang pasti, jejak yang ia tinggalkan tidak akan hilang begitu saja.

Sosok yang bekerja dalam senyap, dengan pendekatan komunikasi dan kerendahan hati, akan selalu menjadi bagian dari cerita di Tana Luwu Timur.

Bagi mereka yang pernah mengenalnya dekat, Aswan Sahruddin bukan sekadar pejabat. Ia adalah sosok yang hadir dan memberi arti ditengah-tengah masyarakat.

Selamat bertugas di tempat yang baru, sahabat, kakanda, sekaligus komandan ku Aswan Raharja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *