Example 728x250
Example 728x250
Input Sulteng

Golkar Morowali Utara Panaskan Mesin Politik, Bidik Kursi Bupati pada Pemilu 2029

180
×

Golkar Morowali Utara Panaskan Mesin Politik, Bidik Kursi Bupati pada Pemilu 2029

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_MORUT, — Empat tahun sebelum Pemilu 2029 digelar, Partai Golkar Morowali Utara sudah memilih bergerak lebih dulu. Di balik agenda yang tampak administratif berupa musyawarah kecamatan dan pembentukan kepengurusan, tersimpan tujuan yang jauh lebih besar, menguasai kembali panggung politik lokal dan merebut kursi bupati.

Sinyal itu disampaikan terbuka dalam Musyawarah Kecamatan (Muscam) III Partai Golkar Kecamatan Petasia dan Petasia Barat di Hotel Berlian Mamala Resort, Jumat, 7 Agustus 2026.

Ketua DPD II Partai Golkar Morowali Utara, Hj. Warda Dg Mamala, bukan hanya membuka forum konsolidasi. Ia sekaligus mengumumkan arah politik partainya untuk lima tahun ke depan.

Muscam yang digelar merupakan kelanjutan dari Musyawarah Desa (Musdes) sebagai bagian dari restrukturisasi organisasi. Hingga awal Agustus, Golkar mengklaim telah menuntaskan konsolidasi di tujuh dari 10 kecamatan di Morowali Utara. Di Petasia, kepengurusan dibentuk di tujuh desa dan tiga kelurahan. Adapun di Petasia Barat, struktur partai telah dibentuk di 10 desa.

Bagi Golkar, penyusunan kepengurusan hingga tingkat ranting bukan sekadar memenuhi amanat organisasi. Struktur yang menjangkau desa menjadi modal utama untuk mengonsolidasikan jaringan politik sekaligus menjaga loyalitas kader menjelang tahun-tahun politik.

“Hari ini kami telah menyelesaikan Musdes dan Muscam di tujuh dari 10 kecamatan. Tujuannya membentuk kepengurusan baru yang kuat dan terstruktur dari kabupaten sampai ke tingkat ranting,” kata Warda.

Pernyataan itu memperlihatkan bahwa konsolidasi internal kini menjadi prioritas Golkar. Di tengah belum dimulainya tahapan resmi Pemilu, partai tersebut memilih memperkuat fondasi organisasi lebih dahulu sebelum memasuki pertarungan elektoral.

Namun, bagian paling menarik dari pidato Warda bukanlah laporan capaian konsolidasi. Melainkan target politik yang disampaikannya secara lugas.

“Target kami pada 2029 Partai Golkar harus memenangkan Pemilu Legislatif dan memimpin pemerintahan di Morowali Utara. Bupati Morowali Utara harus berasal dari Partai Golkar,” ujarnya.

Pernyataan itu menandai bahwa konsolidasi yang kini berlangsung bukan hanya diarahkan untuk menambah kursi di DPRD. Lebih jauh, Golkar mulai membangun mesin politik untuk pertarungan memperebutkan jabatan eksekutif.

Seusai membuka Muscam, Warda melantik pengurus Partai Golkar Kecamatan Petasia dan Petasia Barat. Acara itu dihadiri Sekretaris DPD II Yaristan Palesa, Bendahara Fany Mustika Tampake, Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan Helen, Ketua Bidang Komunikasi, Media dan Penggalangan Opini Gems Saino, Ketua Bidang Keanggotaan dan Kaderisasi Burhanuddin Hamzah, serta jajaran pengurus partai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa.

Masih ada tiga kecamatan yang belum menyelesaikan konsolidasi. Namun, arah politik Golkar sudah telanjur terbaca. Restrukturisasi organisasi yang kini berlangsung menjadi langkah awal untuk membangun kekuatan elektoral. Dengan mesin partai yang dipasang lebih dini, Golkar berusaha memastikan pertarungan 2029 tidak dimulai saat masa kampanye, melainkan sejak struktur politik di tingkat desa selesai dibangun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *