INPUTRAKYAT_LUTRA, — Kecamatan Seko dikenal sebagai daerah terpencil, namun memiliki potensi berlimpah. Meski kecil, tapi Seko memiliki alam yang sangat indah. Seko memiliki luas wilayah 2.109 km yang terdiri dari 12 desa dan 53 dusun.
Pada Pameran Inovasi Deesa dan Potensi Desa yang dibuka Bupati Luwu Utara pada 25 April kemarin, Seko juga mengambil peran di dalamnya. Berbagai ragam hasil pertanian dan perkebunan dipamerkan, salah satunya adalah yang sudah sangat terkenal di Indonesia, yakni beras tarone dan kopi seko.
Selain itu, di stand Seko juga dipamerkan hasil-hasil kehutanan, seperti hasil kerajinan tangan masyarakat Seko, dan tidak ketinggalan pula Madu asli Seko. Pada hari pertama saja, puluhan pengunjung menghampiri stand Seko guna melampiaskan rasa penasarannya.
Camat Seko, Ari Setiawan, saat dihubungi via aplikasi whatssApp menghimbau kepada segenap warga Luwu Utara, khususnya Sukamaju, untuk mengunjungi stand Seko, karena berbagai inovasi dan potensi yang Seko miliki dipamerkan di sana.
“Kunjungilah stand kami pada Pameran Inovasi Desa dan Potensi Desa di Lapangan Subiantoro Sukamaju, dan rasakan sensasi inovasi dan potensi yang Seko miliki. Ada beras Tarone, kopi Seko, dan Madu asli Seko,” ujar Ari Setiawan.
Sebelumnya pada pembukaan Pameran Inovasi dan Potensi Desa, Bupati Indah Putri Indriani mengatakan, pameran yang digelar sebagai rangkaian dari peringatan HUT XIX Kabupaten Luwu Utara adalah sebuh upaya pemerintah menumbuhkan industri kreatrf dan potensi desa masing-masing kecamatan.
“Beberapa inovasi dan produk unggulan desa dipamerkan, seperti kampung Kakao di Sabbang, kopi di Seko, gula merah di Sukamaju, potensi perikanan di Bonebone, dan Sagu di Malbar. Semoga apa yang kita tampilkan memiliki nilai seni tinggi sebagi motor penggerak ekonomi di Luwu Utara,” ucap Indah.
Liputan:Rama Saputra : Editor:Noya














