INPUTRAKYAT_LUTIM, — Kemarau panjang yang oleh warga setempat disebut tikka belum memukul produksi padi di sejumlah lahan persawahan Luwu Timur. Di Dusun Landegora, Desa Lanosi, Kecamatan Burau, tanaman padi masih tumbuh hijau di tengah terbatasnya curah hujan.
Kondisi itu menjadi perhatian Anggota DPRD Luwu Timur Sarkawi A Hamid ketika meninjau areal persawahan di wilayah tersebut.
Hamparan tanaman padi yang belum memasuki masa panen masih memperoleh pasokan air. Infrastruktur irigasi menjadi salah satu penopang utama sehingga lahan pertanian tidak sepenuhnya bergantung pada hujan.
Sarkawi kemudian mengunggah kondisi tersebut melalui akun Facebook pribadinya. Dalam unggahan itu, ia menunjukkan areal persawahan yang tetap produktif ketika sebagian wilayah mulai menghadapi musim kering.
Menurut Sarkawi, kondisi Landegora menunjukkan bahwa infrastruktur pengairan memiliki fungsi lebih besar daripada sekadar saluran distribusi air. Jaringan irigasi menjadi bagian dari strategi menjaga produksi pangan ketika pola musim tidak menentu.
“Di tengah kondisi kemarau panjang, alhamdulillah kita di Luwu Timur tidak kekurangan air. Persawahan kita ini juga tidak kekurangan air dan tidak lama lagi segera memasuki masa panen,” ujar Sarkawi.
Ia mengatakan pembangunan infrastruktur pertanian perlu dipandang sebagai investasi jangka panjang. Sebab, ketahanan produksi petani sangat dipengaruhi kemampuan pemerintah menyediakan sumber air ketika musim hujan tidak lagi bisa diandalkan.
Sarkawi menyatakan DPRD akan mendorong kebijakan pemerintah daerah yang berkaitan dengan pembangunan, rehabilitasi dan penguatan jaringan irigasi.
“Kita akan mengawal terus bagaimana agar jaringan irigasi terus diperkuat. Sehingga walaupun musim kemarau, kita tidak kekurangan air,” katanya.
Bagi DPRD, persoalan air tidak hanya berkaitan dengan musim berjalan. Ketersediaan irigasi juga menentukan keberlanjutan pola tanam, produktivitas lahan dan kepastian masa panen petani.
Sarkawi meminta pemerintah tidak menunggu sampai kekeringan terjadi untuk melakukan intervensi. Pemetaan kebutuhan air dan kondisi jaringan irigasi, menurut dia, perlu dilakukan sebelum ancaman kemarau mencapai titik kritis.
Ia juga mendorong agar penguatan irigasi tidak hanya terpusat pada satu wilayah. Kawasan yang menjadi sentra produksi pangan Luwu Timur dinilai perlu mendapat perhatian berdasarkan tingkat kebutuhan dan kondisi jaringan yang ada.
“Jangan sampai ketika kemarau baru kita bergerak. Infrastruktur air harus disiapkan dan diperkuat sejak awal, karena ini menyangkut keberlangsungan pertanian dan kesejahteraan petani,” ujar Sarkawi.
Areal persawahan Landegora yang tetap hijau di tengah tikka menjadi gambaran kecil mengenai pentingnya infrastruktur air bagi sektor pertanian. Bagi DPRD, kondisi itu sekaligus menjadi alasan untuk memastikan investasi irigasi terus berlanjut.














