INPUTRAKYAT_LUTIM,–Puluhan Masyarakat Malili menggelar unjuk rasa di Jembatan Malili, Rabu (24/11/2021) sore.
Unjuk rasa dilakukan lantaran sungai Malili keruh yang disertai tanah merah.
Pimpinan aksi, Musran dalam orasinya mengajak masyarakat Malili untuk peduli dengan lingkungan khususnya sungai Malili.
“Aksi ini merupakan bentuk konsolidasi untuk mengajak masyarakat Malili peduli kondisi sungai Malili yang saat ini tercemar,” ungkapnya.
Ini adalah tanda alam, dan kita tidak mau terjadi bencana alam. Olehnya itu, mari kita selamatkan sungai Malili dari pencemaran, sambungnya lagi.
Lanjutnya, beberapa hari terakhir Luwu Timur diguyur hujan deras sehingga sungai Malili keruh dan bercampur tanah merah.
Kalau kita lihat sungai dari Larona jernih sementara sungai dari Pongkeru keruh, dan kuat dugaan akibat dari aktivitas tambang di wilayah kita, tandasnya.
“Kita tidak menghalangi investasi tambang, tetapi patut juga memperhatikan bagaimana menjalankan pertambangan yang ramah lingkungan, sehingga tidak merugikan masyarakat,” jelasnya.
Sungai Malili ini adalah sumber kehidupan masyarakat, nah ketika tercemar kasihan masyarakat Malili.
Untuk itu, hari ini kita melawan jangan biarkan sungai Malili tercemar. Saya mengajak masyarakat Malili untuk bersama-sama menyuarakan kondisi sungai Malili agar kembali jernih seperti dulu, tutupnya.
Liputan: Amk | Editor: Redaksi
















